© 2024 Beautylatory

September 25, 2026 • Cerita di Balik Produk

Saat Formulator Harus Memilih Antara Pengalaman Pengguna dan Target Teknis

Formulator harus menyeimbangkan target teknis dan pengalaman pengguna agar sebuah formula tidak hanya berhasil secara ilmiah, tetapi juga nyaman, relevan, dan dapat digunakan secara konsisten.

Written By

Eva Evilia & Liora Maheswari
4 min read
9 views
Saat Formulator Harus Memilih Antara Pengalaman Pengguna dan Target Teknis
Formula yang berhasil bukan hanya formula yang memenuhi standar laboratorium. Formula juga harus mampu diterima oleh manusia yang akan menggunakannya setiap hari.

Dalam dunia skincare, proses formulasi sering terlihat seperti perjalanan teknis yang berfokus pada bahan, stabilitas, dan performa. Namun di balik setiap keputusan teknis, ada satu pertanyaan penting yang harus dijawab oleh formulator: apakah produk ini akan memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengguna?

Sebuah formula dapat memiliki target teknis yang sangat baik. Bahan aktif sudah dipilih, parameter stabilitas terpenuhi, dan hasil pengujian menunjukkan potensi yang menjanjikan. Namun ketika digunakan oleh konsumen, produk tersebut tetap harus terasa nyaman, mudah diaplikasikan, dan sesuai dengan kebiasaan sehari-hari.

Karena itu, formulator sering menghadapi situasi ketika target teknis dan pengalaman pengguna tidak selalu berjalan dalam arah yang sama. Keputusan yang diambil bukan sekadar memilih salah satu, tetapi mencari keseimbangan agar formula tetap memiliki nilai dari sisi sains maupun penggunaan nyata.


Target Teknis Tidak Selalu Terlihat di Kulit Pengguna
Dalam proses pengembangan, tim formulasi memiliki berbagai target yang harus dicapai. Formula harus stabil, bahan aktif harus tetap terjaga, tekstur harus konsisten, dan produk harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.

Namun beberapa target tersebut tidak selalu langsung terlihat oleh pengguna. Konsumen tidak melihat bagaimana sebuah formula mempertahankan kestabilannya selama penyimpanan atau bagaimana bahan-bahan di dalamnya bekerja secara sistematis. Mereka pertama kali merasakan hal yang lebih sederhana, seperti apakah produk terasa nyaman atau tidak.

Dalam The Cosmetic Code, pengembangan produk kosmetik dijelaskan sebagai proses menerjemahkan kebutuhan menjadi produk melalui perpaduan antara ilmu formulasi, teknologi, inovasi, dan pemahaman konsumen. Artinya, keberhasilan produk tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga bagaimana produk tersebut diterima dalam kehidupan nyata.

Contoh sederhana dapat dilihat pada sebuah serum dengan konsentrasi bahan aktif tinggi. Dari sisi teknis, konsentrasi tersebut mungkin memberikan potensi manfaat yang menarik. Namun jika teksturnya terasa terlalu berat, mudah meninggalkan rasa tidak nyaman, atau sulit masuk ke rutinitas pengguna, pengalaman keseluruhannya dapat menjadi kurang optimal.

Situasi seperti ini membuat formulator perlu mempertimbangkan kembali bagaimana target teknis tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih mudah diterima.
Formula Terbaik Adalah Hasil dari Kompromi yang Tepat
Dalam formulasi kosmetik, kompromi bukan berarti mengurangi kualitas. Justru kemampuan menentukan prioritas menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan formulator. Sebuah keputusan kecil dapat menentukan apakah produk akan menjadi formula yang hanya baik di laboratorium atau benar-benar digunakan secara konsisten oleh konsumen.

Dalam The Anatomy of Quality, kualitas sebuah produk dibangun melalui kemampuan sistem menghasilkan pengalaman yang konsisten dan dapat dipercaya. Prinsip ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna bukan elemen tambahan, melainkan bagian dari kualitas itu sendiri.

Contoh nyata dapat dilihat pada penyesuaian tekstur sebuah pelembap. Formulator mungkin ingin membuat formula dengan tingkat hidrasi tertentu. Namun jika hasil akhirnya terlalu berat untuk penggunaan harian, formula tersebut perlu disesuaikan agar tetap memberikan manfaat tanpa mengurangi kenyamanan.

Profesor Marc Pissavini dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014] menjelaskan bahwa keberhasilan kosmetik membutuhkan keseimbangan antara efektivitas, stabilitas, dan penerimaan pengguna. Formula yang unggul bukan hanya yang mampu mencapai target teknis, tetapi juga yang dapat diterima dan digunakan secara berkelanjutan.

Hal menarik lainnya adalah bahwa pengguna sering hanya melihat hasil akhir dari berbagai kompromi tersebut. Mereka tidak melihat berbagai versi formula yang diuji, pilihan yang ditolak, atau penyesuaian kecil yang dilakukan agar produk terasa lebih baik.

Karena itu, pekerjaan formulator bukan sekadar mengejar angka atau parameter tertentu. Mereka harus memahami bahwa sebuah formula akhirnya akan bertemu dengan manusia, bukan hanya dengan alat pengujian. Produk yang berhasil adalah produk yang mampu menjaga keseimbangan antara apa yang ingin dicapai secara teknis dan apa yang benar-benar dibutuhkan pengguna dalam kehidupan sehari-hari. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Tags: #pengalaman pengguna #formulasi produk #pengembangan skincare #cerita di balik produk #kualitas formula

Beauty Bot

Personal Beauty Advisor